33 Mitos dan Fakta Seputar Menyusui

33 Mitos dan Fakta Seputar Menyusui

33 Mitos dan Fakta Seputar Menyusui

Mitos seputar menyusui 1 : Kolostrum atau ASI pertama yang keluar adalah susu basi
(faktanya kolostrum memiliki kandungan zat imunitas dan protein yang cukup tinggi)

Mitos menyusui 2 : ASI eksklusif berarti tidak boleh memberikan makanan, yang lain boleh
(faktanya ASI ekslusif berarti hanya memberikan ASI saja, yang lain tidak boleh, termasuk air putih)

Mitos menyusui 3 : ASI eksklusif berarti tidak boleh memberikan susu formula, lainnya boleh
(faktanya ASI eksklusif berarti hanya boleh memberikan ASI saja, yang lain tidak boleh)

Mitos asi ekslusif 4 : ASI eksklusif tidak dapat dilakukan jika ibu bekerja
(faktanya ibu bekerja tetap dapat memberikan ASI eksklusif)

Mitos menyusui 5 : Hingga usia 6 bulan, ASI saja tidak cukup bagi bayi
(faktanya semua kebutuhan bayi sampai usia 6 bulan terpenuhi oleh ASI saja)

Mitos menyusui 6 : Pisang dapat menyembuhkan diare pada bayi
(faktanya akanan padat tidak dapat diolah oleh usus bayi hingga usia 6 bulan)

Mitos menyusui 7 : Susu formula sama baiknya dengan ASI
(faktanya idak ada cairan lain apapun yang dapat menggantikan ASI)

Mitos asi ekslusif 8 : Susu formula membuat bayi lebih sehat
(faktanya hanya jika diberikan ASI eksklusif sampai 6 bulan yang membuat bayi lebih sehat)

Mitos seputar menyusui 9 : Untuk perkembangan otak, susu formula lebih baik daripada ASI
(faktanya ASI mengandung AA/DHA yang sangat penting bagi pertumbuhan otak)

Mitos menyusui 10 : Kombinasi ASI dan formula adalah yang terbaik bagi bayi
(faktanya yang terbaik bagi bayi hingga usia 6 bulan adalah hanya bayi yang menerima ASI saja)

Mitos menyusui 11 : Jika ASI belum atau tidak lancar dapat digantikan dengan susu formula
(faktanya jika ASI belum atau tidak lancar, bayi masih memiliki daya tahan tubuh (tidak akan kelaparan) hingga 2×24 jam sejak lahir, yang dibawa sejak dalam kandungan)

Mitos asi ekslusif

Mitos seputar asi 12 : Jika ASI belum keluar, tidak ada gunanya menyusui bayi
(faktanya jika ASI belum atau tidak lancar, bayi masih memiliki daya tahan tubuh (tidak akan kelaparan) hingga 2×24 jam sejak lahir, yang dibawa sejak dalam kandungan)

Mitos menyusui 13 : Sementara ASI belum keluar, bayi dapat diberikan susu formula atau madu
(faktanya pemberian makanan lain selain ASI meningkatkan risiko terganggunya usus bayi yang masih belum siap)

Mitos menyusui 14 : Jika bayi terus menangis berati ASI-nya kurang
(faktanya bayi menangis belum tentu lapar)

Mitos menyusui 15 : Ibu yang banyak minum susu, akan menghasilkan banyak ASI
(faktanya banyaknya ASI yang dihasilkan tidak dipengaruhi oleh makanan atau minuman yang dikonsumsi ibu. Semakin sering bayi menyusu semakin banyak ASI yang dihasilkan)

Mitos seputar menyusui 16 : Agar menghasilkan banyak ASI, Ibu harus banyak makan sayuran
(faktanya semakin sering bayi menyusu, semakin banyak ASI yang dihasilkan)

Mitos menyusui 17 : Jika ibu sakit, bayi akan tertular melalui ASI
(faktanya ketika sakita, tubuh ibu membuat zat kekebalan tubuh yang juga disalurkan kepada bayi melalui ASI sehingga bayi tidak akan sakit)

Mitos menyusui 18 : Ibu yang kurang vitamin tidak dapat menyusui bayinya
(faktanya ibu yang kurus sekalipun tetap dapat menghasilkan banyak ASI asalkan sering menyusui)

Mitos menyusui 19 : Menyusui tidak boleh dilakukan sambil berbaring
(faktanya menyusui dapat dilakukan sambil berdiri, duduk ataupun berbaring)

Mitos menyusui 20 : Bayi yang sedang sakit tidak boleh disusui
(faktanya bayi yang sedang sakit harus lebih sering diberi ASI)

Mitos menyusui 21 : Pemberian air kepada bayi baru lahir hingga usia 6 bulan tidak akan merugikan
(faktanya pemberian air kepada bayi baru lahir hingga usia 6 bulan hanya akan memenuhi perut bayi sehingga mengurangi ruang untuk ASI yang sangat dibutuhkan bayi)

Mitos menyusui 22 : ASI pertama (yang berwarna kekuningan) tidak baik bagi bayi
(faktanya ASI pertama (kolostrum) adalah zat terbaik bagi bayi)

Mitos menyusui 23 : Pisang dapat membersihkan usus bayi
(faktanya pisang tidak dapat membersihkan usus bayi melainkan merusak, karena usus bayi belum sanggup mengolah makanan hingga usia 6 bulan)

Mitos menyusui 24 : Agar bayi tidak kuning dan tidak demam, dapat diberi makanan atau minuman lain sebelum ASI keluar
(faktanya bayi yang kuning harus banyak menerima sinar matahari pagi dan lebih sering diberi ASI)

Mitos menyusui 25 : Bayi baru lahir perlu diberikan air teh agar memiliki tenaga
(faktanya pemberian air teh kepada bayi baru lahir hingga usia 6 bulan hanya akan memenuhi perut bayi sehingga mengurangi ruang untuk ASI yang sangat dibutuhkan bayi)

Mitos menyusui 26 : Setelah melahirkan, ibu terlalu lelah untuk dapat menyusui bayi
(faktanya kecuali dalam situasi darurat, ibu yang baru melahirkan mampu menyusui bayinya segera, memeluk dan menyusui bayi adalah penghilang sakit dan rasa lelah ibu)

Mitos seputar menyusui 27 : Bayi baru lahir tidak dapat menyusu sendiri
(faktanya bayi memiliki naluri kuat untuk mencari puting dalam satu jam pertama setelah lahir)

Mitos menyusui 28 : ASI belum keluar pada hari pertama setelah melahirkan
(faktanya meskipun tidak terasa, kolostrum (ASI pertama), akan keluar langsung setelah kelahiran. Jumlahnya sedikit, tapi cukup untuk kebutuhan bayi)

Mitos seputar menyusui 29 : Bayi harus dibungkus dan dihangatkan dibawah lampu selama dua jam setelah lahir
(faktanya bayi bukan anak ayam. Kehangatan terbaik bagi bayi diperoleh melalui kontak kulit bayi ke kulit ibu, karena kehangatan tubuh ibu dapat menyesuaikan dengan kebutuhan bayi. Kontak kulit bayi ke kulit ibu membuat ASI semakin cepat keluar)

Mitos menyusui 30 : ASI pertama/kolostrum sangat sedikit, sehingga bayi lapar dan menangis
(faktanya ASI pertama memang sedikit, tapi cukup untuk memenuhi perut bayi yang hanya dapat diisi sebanyak 4 sendok teh)

Mitos menyusui 31 : Payudara yang berukuran kecil, tidak dapat menghasilkan banyak susu
(faktanya payudara kecil maupun besar sama-sama dapat menghasilkan banyak susu)

Mitos menyusui 32 : Payudara dengan puting terbenam tidak dapat menyusui
(faktanya puting terbenam tidak berarti tidak dapat menyusui, karena bayi menyusu pada payudara, bukan pada puting)

Mitos menyusui 33 : Tidak ada gunanya menyusui bayi sejak kelahirannya
(faktanya kolostrum adalah cairan yang kaya dengan zat kekebalan tubuh dan zat penting lain yang harus dimiliki bayi. Bayi yang menyusui langsung akan merangsang ASI cepat keluar)

Bagikan :