Arti Tangisan Bayi dan Cara Mengatasinya

Arti Tangisan Bayi dan Cara Mengatasinya

Arti tangisan bayi-Bayi pada umumnya menangis sekitar satu hingga tiga jam per hari. Seiring bertambahnya usia bayi, kebutuhan untuk mencari perhatian lewat menangis akan berkurang karena bayi mulai mempelajari eye contact, tersenyum, dan bersuara. Pada umumnya, bunda mengartikan tangisan bayi sebagai tanda lapar. Tetapi, menangis tak selalu berarti lapar ya bunda. Arti tangis bayi bisa berbeda-beda. Masing-masing merupakan tanda komunikasi yang jelas sebagai ungkapan pesan kepada bunda tentang apa yang ia butuhkan. Gerakan tubuh yang menyertai tangis dapat membantu bunda lebih memahaminya. Makin keras dan makin lama tangisan, makin kuat kebutuhannya.
Nah, kembali ke persoalan di awal, mengapa bayi sering menangis? Apa arti dari tangisan bayi? Bagaimana cara mengatasinya? Untuk lebih jelasnya mari kita simak arti tangisan bayi dan cara mengatasinya.

Arti tangisan bayi dan cara mengatasinya

Berikut adalah beberapa arti tangis bayi menurut para ahli yang perlu diketahui oleh bunda :

1. Tangisan bayi karena lapar
Bayi cepat sekali merasa lapar karena ukuran lambungnya yang kecil tidak mampu menampung ASI lebih banyak sehingga dia cepat lapar. Tangisan lapar biasanya berpola. Ia menangis, lalu stop untuk bernafas, menangis lagi, lalu stop untuk bernafas. Biasanya diselingi gerakan mengisap. Jika sangat lapar, tangisnya lebih keras dan terus-menerus. Pada umumnya tangisan bayi yang lapar akan terdengar seperti suara “neh” , tangisan ini akan terdengar sangat panjang, sehingga para bunda tidak perlu khawatir jika bayinya menangis seperti ini dan segera beri ASI untuk meredakan tangisannya. Bunda pasti akan cemas jika bayi menangis karena lapar namun asi sedang tidak lancar. Silahkan konsumsi makanan pelancar asi seperti yang dijelaskan dalam artikel makanan pelancar asi.
Jika ia masih menangis saat disusui ASI, coba lihat hidungnya. Ada kemungkinan bibir atasnya menutupi hidung dan ia sulit bernafas, sehingga menangis.

2. Tangisan bayi karena ingin bersendawa
Bayi akan bersendawa jika lambung mereka penuh, jika bayi ingin bersendawa maka mereka hanya bisa menangis saja. Tangisan bayi yang ingin bersendawa terdengar seperti suara “eh” dan temponya panjang. Saat tangisan ini, bayi berusaha untuk mengeluarkan gelembung udara yang berada di rongga dadanya. Jika bayi menangis seperti ini maka bunda cukup menggendongnya dan menepuk-nepuk punggungnya dengan lembut sehingga udara dalam rongga dada sang bayi dapat keluar dengan sempurna.

3. Menangis karena ingin buang gas
Bayi bunda juga akan buang gas seperti layaknya orang dewasa, tetapi jika mereka ingin buang gas biasanya ditandai dengan tangisan yang terdengar seperti suara “eir” dan kedua kakinya sedikit terangkat ke atas. Jika bayi bunda menangis seperti ini maka cukup beri pelukan dan kenyamanan agar gas dapat terbuang dengan lancar.

4. Bayi menangis karena tidak nyaman
Tangisan bayi jenis ini biasanya mendadak dan meningkat intensitasnya. Ini terjadi karena bayi merasa tidak nyaman akibat popoknya yang basah, merasa gerah atau karena gurita yang diikatkan terlalu kencang pada pusarnya (pada bayi yang baru lahir. Tangisan bayi jenis ini biasanya disertai dengan getaran dan bayi nampak merasa gelisah dan umumnya ia akan menggosok-gosok mata tanda sedang mengantuk, atau menggerakkan kaki serta tangannya.
Putarkan musik klasik yang lembut atau menggendong bayi sambil mengayunnya dapat menenangkan tangisannya. Bayi bunda dapat merasa tertekan ketika ia berada di tengah banyak orang, misalnya ketika bunda sedang mengajaknya berjalan-jalan ke mall atau menghadiri pertemuan keluarga. Bawalah ia ke tempat yang sedikit sepi agar ia merasa tenang.

5. Tangisan karena lelah
Bayi yang merasa tubuhnya sudah lelah dan butuh untuk diistirahatkan akan menangis dan tangisannya akan terdengar seperti “wah-wah” dan melengking panjang. Arti suara tangis bayi ini juga akan membuat bayi sedikit menggigil dan juga sedikit bergetar disetai rengekan. Bayi bunda akan menggosok-gosok wajahnya dan memutar kepalanya dari satu sisi ke sisi lain. Jika bayi bunda menangis seperti ini maka segera peluk dan beri sebuah usapan atau gerakan berirama serta istirahatkan bayi ditempat yang nyaman.

6. Menangis karena kesepian
Para bayi membutuhkan ikatan yang kuat dengan orang tuanya, jadi suatu hal yang biasa jika bayi bunda menangis ketika ditinggalkan sendirian. Jika bayi berhenti menangis begitu bunda menggendongnya, ini berarti ia hanya ingin merasakan detak jantung dan nafas ibunya. Jangan khawatir untuk memanjakan bayi bunda, karena inilah yang mereka butuhkan di awal kehidupan mereka.

7. Bayi menangis karena kesakitan
Biasanya bayi akan menangis dan menjerit dengan suara yang sangat keras memekakkan telinga, saat ia merasakan sakit yang datang tiba-tiba (atau disertai dengan rasa terkejut). Coba periksa apakah tangan dan kakinya terjepit bantal atau gulingnya, atau bisa jadi ia menangis karena gigitan nyamuk. Meski tidak luka, tetap memungkinkan bayi bunda menangis. Mengalihkan perhatiannya dapat menolong bayi melupakan sakitnya dengan cepat.

8. Menangis saat tidak sehat
Para bunda yang telah berpengalaman biasanya akan langsung mengetahui begitu bayi mereka menderita sakit, karena tangisan bayi pada saat mereka sakit sangat berbeda dengan tangisan bayi jenis lainnya. Bila bayi terus menerus menangis, bunda dapat mengecek suhu badannya. Bisa jadi bayi bunda sedang demam atau pusing.
Bayi yang tidak sehat atau sakit biasanya tidak selera makan dan kelihatan lemas. Kompres dahinya bila ia panas. Pastikan juga bunda berkonsultasi dengan dokter bila si buah hati sedang sakit.

Itulah tadi ulasan mengenai arti tangisan bayi dan cara mengatasinya. Semoga bermanfaat ya Bunda.

Bagikan :