Mengenal Brewer’s Yeast

Mengenal Brewer’s Yeast

Mengenal Brewer’s Yeast -Saat anda mengkonsumsi produk food supplement, pernahkah meneliti atau membaca komposisinya? Mungkin salah satunya adalah BREWER’S YEAST. Nah, di sini kita akan mengenal lebih jauh mengenai apa itu Brewer’s yeast. Produk Brewer’s yeast dapat diberikan oleh dokter kulit kepada pasiennya yang mengalami problem jerawat misalnya. Selain itu, Brewer’s yeast bisa digunakan untuk penderita diabetes.

Brewer’s Yeast

Sebelum membahas lebih jauh mengenai Brewer’s yeast kita akan sedikit meninjau kembali tentang yeast. Yeast bukanlah hewan maupun tumbuhan. Namun tergolong dalam kelompok mikroskopik (yang hanya bisa dilihat dalam mikroskop) dari golongan fungi. Yeast yang dengan kata lain disebut dengan khamir adalah makhluk bersel satu yang terdiri dari sel-sel yang berbentuk oval ataupun bulat. Perkembangbiakan yeast dengan cara membelah diri.

Yeast adalah mikroorganisme eukariot yang diklasifikasikan dalam kingdom fungi, dengan 1.500 species yang telah dapat dideskripsikan (diperkirakan 1% dari seluruh spesies fungi). Yeast merupakan mikroorganisme uniseluler meskipun beberapa spesies dapat menjadi multiseluler melalui pembentukan benang dari sel-sel budding tersambung yang dikenal sebagai hifasemu (pseudohyphae), seperti yang terlihat pada sebagian besar kapang. Ukuran kapang bervariasi tergantung spesies, umumnya memiliki diameter 3–4 µm, namun beberapa jenis yeast dapat mencapai ukuran lebih 40 µm. Sebagian besar yeast  bereproduksi secara aseksual dengan mitosis, dan dengan pembelahan sel asimetris yang disebut budding.

Nah, setelah mengetahui apa itu yeast, sekarang kita akan mengenal brewer’s yeast. Brewer’s yeast adalah yeast yang biasa digunakan dalam industri pembuatan bir ataupun wine. Genus atau suku bangsa yeast tersebut adalah Saccharomyces cereviseae.

Brewer’s yeast juga merupakan istilah untuk yeast  yang merupakan hasil samping dari proses pembuatan bir. Yeast tersebut merupakan yeast yang sudah mati (tidak memiliki kemampuan untuk berkembang biak). Yeast  yang tidak lagi aktif tidak memiliki kekuatan pengambangan roti (leavening power) dan tidak dapat digunakan sebagai bakers yeast (ragi roti). Karena merupakan hasil samping dari proses pembuatan bir, maka brewer’s yeast memiliki rasa pahit (rasa/aroma yang dominan adalah hop).

Jika BREWER’S YEAST tersebut masih cukup banyak mengandung hop maka rasa pahit tersebut akan menyebabkan rasa yang tidak enak. Namun demikian, rasa pahit Brewer’s Yeast bisa dihilangkan dengan cara mencampurkan Brewer’s Yeast (dalam bentuk bubuk) dengan larutan natrium hidroksida dan natrium fosfat pada pH 10 dan suhu 45-500C.

Aplikasi Brewer’s Yeast

Brewer’s Yeast digunakan sebagai suplemen nutrisi untuk meningkatkan asupan vitamin B kompleks. Brewer’s yeast merupakan sumber mineral kromium yang cukup baik dan berarti untuk kepentingan pengobatan. Kromium pada Brewer’s Yeast bekerja dan berfungsi menurunkan level insulin sehingga diperlukan untuk penderita diabetes. Sebenarnya kromium terdapat secara alami di alam. Namun beberapa peneliti memperkirakan sekitar 90% orang Amerika kekurangan asupan kromium dalam dietnya sehingga fungsi Brewer’s Yeast menjadi penting. Selain kromium, mineral lain yang dikandung misalnya selenium (Se), seng (Zn), phosporus (P) dan magnesium (Mg).

Brewer’s Yeast juga digunakan untuk menghilangkan nafsu makan. Fungsi Brewer’s Yeast ini  sering diaplikasikan untuk makanan diet atau menjadi ingredien dari obat penurun berat badan.

Selain itu brewer’s yeast juga dipakai sebagai suplemen untuk jerawat kronis dan furunculosis.

‘BREWER’S YEAST juga digunakan sebagai salah satu ingredien dari suatu formula untuk melancarkan produksi ASI, misalnya lactation cookies

Brewer’s yeast juga digunakan dalam industri pangan khususnya industri flavor, sebagai savoury ingredient atau rasa daging-dagingan.

Proses Produksi Brewer’s Yeast

Brewer’s yeast dalam bentuk liquid dikumpulkan dari berbagai industri bir. Kemudian melalui jet separator dilakukan proses debittering (penghilangan rasa pahit) dengan menggunakan larutan natrium hidroksida dan natrium fosfat.

Proses selanjutnya adalah autolysis Brewer’s yeast yang dilakukan pada pH dan suhu yang optimum, sehingga enzim yag dikandung Brewer’s yeast akan memecah dinding sel Brewer’s yeast dan sejumlah campuran seperti asam amino, peptida dan karbohidrat akan dihasilkan.

Isolasi adalah tahap berikut setelah terjadi autolysis. Isolasi dilakukan terhadap ekstrak dinding sel dengan separator. Kemudian pengkonsentrasian ekastrak dengan cara evaporasi dalam keadaan vakum pada suhu rendah. Pada kondisi ini produk dalam bentuk cair yang memiliki kandungan bahan kering sekitar 50%. Produk tersebut masuk ke dalam tangki pencampur (pencampur disesuaikan dengan permintaan pembeli).

Setelah Brewer’s yeast dari tangki pencampur, proses sterilisasi dilakukan. Selanjutnya produk bisa menuju ke pengering untk menghasilkan produk Brewer’s yeast yang berbentuk bubuk (kandungan bahan kering 96%) atau ke evaporator vakum kedua untuk mengalami proses pengkonsentasian lebih lanjut, sehingga produk Brewer’s yeast yang dihasilkan berada dalam bentuk pasta (kandungan bahan kering 65-80%).

Brewer’s Yeast halal?

Rapat khusus Komisi Fatwa MUI pertanggal 27-29 Maret 2003 telah memutuskan bahwa Brewer’s Yeast yang telah melalui proses pencucian sehingga hilang rasa, bau, dan warna bir, hukum Brewer’s Yeast adalah halal dan suci.

 

Bagikan :