Panduan Ibu Menyusui Sukses ASI Ekslusif

Panduan Ibu Menyusui Sukses ASI Ekslusif

Panduan ibu menyusui – Beberapa kendala yang sering saya dengar dari sahabat-sahabat saya di salah satu komunitas ibu menyusui berkisar mulai bayi yang sering menangis, ruam popok, alergi pada bayi, penyakit pada bayi, hingga produksi ASI yang terjun bebas. Bagi Bunda yang pumping, akan ada kendala terkait manajemen ASI Perah.

Proses menyusui sebaiknya dapat segera dilakukan setelah bayi lahir. Bayi yang lahir dengan usia kandungan yang cukup akan memiliki naluri menyusu pada ibunya di 20 – 30 menit pascalahir. Kecuali jika ia mengantuk akibat pengaruh obat ataupun anastesi yang diberikan ke ibu saat proses melahirkan.

Panduan ibu menyusui setelah lahir

Awalnya, bayi relatif tenang, terjaga dan memiliki kemampuan bawaan untuk melakukan proses masuknya sebagian besar ke dalam mulut bayi hingga ia dapat menyusu dengan baik. Penelitian menunjukkan bahwa bayi yang diletakkan di perut ibu sesaat setelah ia lahir mampu mencari payudara ibu dan menyusu dalam kurun waktu kurang dari 50 menit. Memisahkan bayi dari ibunya sebelum hal tersebut dilakukan akan membuat bayi kehilangan kesempatan besar. Bayi akan mengantuk dan kehilangan minatnya untuk menyusu pada ibunya. Akibatnya proses inisiasi menyusui mengalami hambatan. Pastikan bahwa bayi mendapatkan kesempatan untuk melakukan proses inisiasi menyusui paling tidak satu jam pertama setelah ia lahir. Hal ini akan menunjang proses lancarnya ASI di kemudian hari.

Meskipun proses menyusui dapat segera ibu lakukan setelah bayi lahir, beberapa bayi nampak tidak dapat melakukannya dengan baik setelah ia lahir. Hal ini disebabkan pengaruh epidural atau anastesi lainnya yang diberikan ibu selama masa melahirkan. Beberapa jenis anastesi mengurangi refleks bayi mencari payudara ibu dan menyusu pada ibunya, juga meningkatnya temperatur tubuh bayi dan tangisan bayi.

Namun perlu dipahami bahwa jika bayi tidak dapat menyusu setelah ia lahir bukan akhir dari segalanya. Segera minta bantuan dari ahli laktasi jika bayi sulit menyusui atau melakukan ‘latch on’. Sehingga problem tersebut dapat segera diatasi. Selanjutnya, semakin seringnya bayi disusui makin meningkatkan reseptor hormon prolaktin.

Jika menyusui di jam-jam pertama kelahiran tidak dapat dilakukan, alternatif terbaik berikutnya adalah memerah ASI atau pompa ASI selama 10-20 menit tiap 2 hingga 3 jam sekali, hingga bayi dapat menyusu. Tindakan tersebut dapat membantu memaksimalkan reseptor prolaktin dan meminimalkan efek samping dari tertundanya proses menyusui oleh bayi. Jika ibu melahirkan di RS atau di klinik melahirkan, biasanya disediakan breastpump elektrik dan ibu butuh bantuan menggunakannya. Perawat, konsultan laktasi ataupun bidan dapat membantu ibu dalam menggunakan alat tersebut.

Suasana yang menyenangkan, tenang dan nyaman akan membantu saat-saat berduaan dan terciptanya bonding (jalinan) antara ibu dan bayi. Meskpun tidak mudah membuat suasana seperti itu di RS, namun adanya dukungan, support dan kenyamanan akan membantu ibu dalam proses makin lancarnya produksi ASI.

Download Gratis Ebook Panduan Ibu Menyusui

Saat ini Bunda bisa mendapatkan ebook gratis tentang panduan ibu menyusui di sini.

sumber :

pelancarasi.net
terapimuslim.com

Bagikan :