Cara Relaktasi Menyusui Bayi Agar Berhasil

Cara Relaktasi Menyusui Bayi Agar Berhasil

Pertanyaan yang sering muncul di benak beberapa Bunda yang telah berhenti menyusui sang buah hati adalah, bisakah menyusui kembali atau relaktasi? Apakah akan membuahkan hasil atau sebaliknya. Tak jarang pertanyaan tersebut  menimbulkan berbagai keraguan di benak bunda akan keberhasilan relaktasi yang akan dilakukan. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang relaktasi dan tips-tips seputar relaktasi, Bunda dapat menyimaknya di artikel ini. Artikel ini muncul karena banyaknya pencarian kata kunci relaktasi adalah di mesin pencari Google.

Relaktasi adalah ?

Relaktasi adalah praktik menyusui kembali bayi bunda secara langsung ke payudara setelah kurun waktu tertentu (dapat beberapa hari, beberapa minggu, atau beberapa bulan). Tidak menyusui atau menyusui secara parsial (mencampur pemberian ASI dengan susu formula atau makanan/minuman selain ASI) dapat terjadi karena beberapa alasan tertentu, diantaranya, ibu harus dirawat karena sakit, ibu sibuk bekerja, ASI mengering, atau ibu mengalami sakit yang sementara waktu dilarang memberikan pada bayinya, kesulitan untuk menyusui karena mendapat tekanan dari lingkungan, minimnya pengetahuan orangtua tentang ASI, hingga berbagai mitos tidak benar seputar menyusui. Terkait hal ini, silahkan baca : 33 mitos dan fakta seputar menyusui
Waktu yang dibutuhkan untuk memproduksi ASI pada tiap ibu berbeda, umumnya produksi ASI muncul setelah 1-6 minggu setelah melahirkan, rata-rata dalam 4 minggu. Beberapa ibu tidak pernah dapat memproduksi ASI dalam jumlah yang cukup untuk mempertahankan laktasi ataupun untuk mempertahankan pemberian ASI eksklusif, tetapi beberapa ibu lainnya mampu dalam beberapa hari mencapai jumlah yang cukup. Dalam penelitian yang dilakukan Seema dkk., melaporkan keluarnya ASI antara 2-6 hari, dimana relaktasi sebagian tercapai dalam 4-28 hari dan relaktasi penuh tercapai antara 7-60 hari.

Mengapa relaktasi diperlukan ?

Di bagian sebelumnya kita telah mengetahui bahwa relaktasi adalah  praktik menyusui bayi secara langsung melalui payudara. Selanjutnya, ada beberapa alasan mengapa relaktasi perlu dilakukan, di antaranya adalah sebagai bagian dari pengobatan rehidrasi pada bayi mencret dan kurang gizi setelah penyapihan, ingin menyusui kembali setelah disapih atau memulai menyusui yang tertunda karena bayi prematur, ibu atau bayi sakit keras. Selain itu, relaktasi juga biasanya dilakukan karena bayi tidak cocok dengan berbagai susu formula atau ibu berubah pikiran ingin menyusui, dari pemakaian susu formula.

Fisiologi laktasi dan induksi laktasi

Tahukah Bunda, proses laktasi akan melibatkan unsur hormonal di dalam tubuh seorang ibu؟ Pada usia kehamilan 16 minggu, seorang ibu hamil mulai memproduksi ASI, hanya saja produksi ASI tersebut tidak berlanjut karena tertahan oleh kehamilannya. Hormon yang mempengaruhi proses pembentukan ASI akan menjadi aktif, Ketika bayi lahir dan plasenta keluar, terutama saat inisiasi menyusu dini (IMD) dilakukan. Ulasan lengkap mengenai IMD silahkan baca : cara inisiasi menyusui dini
Stimulasi pada payudara adalah hal utama dalam proses laktasi, baik itu oleh hisapan bayi ataupun kegiatan memerah ASI, baik secara manual ataupun dengan bantuan alat. Jadi walaupun seorang wanita tidak mampu untuk hamil dan melahirkan, ia akan dapat memproduksi ASI karena ASI tidak diproduksi dari hormon yang berhubungan dengan proses reproduksi melainkan dari bagian otak yang bernama hipofisis.
Hisapan bayi akan mengirim sinyal ke otak seorang ibu untuk mempengaruhi hipofisis. Hipofisis bagian depan akan mengeluarkan hormon prolaktin yang akan masuk ke dalam aliran darah dan menimbulkan refleks prolaktin yang berperan dalam produksi ASI. Hipofisis bagian belakang akan mengeluarkan hormon oksitosin yang akan masuk ke dalam aliran darah dan menimbulkan refleks oksitosin untuk kontraksi otot yang ada di sekeliling saluran ASI, sehingga ASI yang sudah diproduksi akan dapat dikeluarkan.
Kelelahan maupun masalah-masalah psikologis pada ibu dapat menghambat kerja oksitosin seperti, kekhawatiran ibu bahwa ia tidak mampu menyusui atau merawat bayi, khawatir mengenai pekerjaannya, perselisihan dengan pasangan ataupun anggota keluarga yang lain. Sebaliknya rasa bahagia menjadi seorang ibu, senang dapat berdekatan dengan bayi, senang mengetahui suami ikut berpartisipasi dalam pengasuhan anak dan hal lain yang menyenangkan ibu akan memicu pengeluaran oksitosin. Oleh karena itu, seorang ibu yang sedang menyusui disarankan untuk selalu bahagia dan selalu optimis.

Apa yang dibutuhkan untuk relaktasi ?

Setelah mengetahui bahwa relaktasi adalah praktik menyusui kembali secara langsung, kini kita akan membahas apa saja yang dibutuhkannya. Seorang Ibu yang akan melakukan relaktasi, harus mempersiapkan mental. Terdapat banyak kemungkinan yang dapat mempersulit relaktasi :
o    Penolakan bayi (menyusu dari botol lebih mudah bagi bayi karena tanpa menyedot susu sudah menetes, berbeda dengan menyusui langsung dimana bayi harus aktif) sehingga biasanya sering terjadi bingung puting
o    Ketidak percayaan diri bunda dan kurangnya komitmen. Sehingga, pertama bunda harus berkomitmen terlebih dahulu bahwa bunda akan menjalani proses relaktasi hingga berhasil dan tentunya bunda harus percaya diri bahwa ASI PASTI KELUAR. Hal ini karena proses relaktasi akan cukup sulit pada awal-awalnya. Kepercayaan diri bunda dan komitmen adalah kunci keberhasilan
o    Kunjungi klinik laktasi, pada umumnya bunda membutuhkan dokter atau konselor laktasi untuk membantu bunda melewati proses ini.
Untuk menunjang keberhasilan laktasi, Bunda dapat memperhatikan beberapa hal, seperti banyak minum air putih, makan-makanan bergizi, cukup istirahat dan jangan terlalu capek, perbanyak waktu dengan si kecil karena nantinya bunda perlu sering menyusui, lakukan skin contact lebih sering, lakukan semua pekerjaan mengurus bayi bunda sendiri, berlatih memposisikan bayi sesuai yang diajarkan oleh konselor bunda, dan jika dokter meresepkan obat untuk menunjang produksi ASI, minumlah dengan teratur sesuai aturan. Namun, saya rasa produksi asi bisa ditingkatkan secara alami dengan mengkonsumsi makanan pelancar asi yang bagus.

Cara relaktasi agar berhasil

Bagaimana cara relaktasi agar berhasil ? Kita akan mengulasnya di bagian ini. Berikut ini adalah beberapa poin yang harus diperhatikan saat relaktasi agar berhasil.

1.    Menyusui bayi tiap 2 jam, keluar, ataupun tidak keluar ASInya
2.    Berilah ASI pada bayi bunda, setiap bayi bunda memintanya
3.    Berilah ASI pada bayi bunda secara langsung (susui) biarkan minimal 15-30 menit.
4.   Perbanyak waktu bunda bersama sang bayi terutama saat malam hari karena akan meningkatkan produksi prolaktin; hormon yang akan meningkatkan produksi ASI
5.    Gunakan alat suplementer yang nanti diberikan oleh klinik laktasi/konselor bunda, sesuai dengan jumlah dan aturan yang disarankan oleh dokter/konselor.
6.    Sufor pada suplementer akan dikurangi bertahap seiring peningkatan produksi ASI
7.    Memproduksi ASI setelah cukup lama berhenti (2 bulan) memerlukan waktu cukup lama, bisa sampai 1-2 bulan hingga produksi ASI dapat banyak. Kabar baiknya, karena byi masih muda kurang dari 3 bulan, kemungkinan keberhasilan cukup tinggi
8.    Perhatikan BB bayi (min naik 500 gr sebulan), frekuensi harian BAB (min 1 kali) dan BAK (min 5-6 kali) sehari sebagai patokan bayi anda mendapat nutrisi cukup.

Itulah tadi artikel yang menjawab pencarian dengan kata kunci relaktasi adalah di Google. Semoga bisa bermanfaat ya Bunda.

Bagikan :